Tak terasa saya sudah menjadi buruh rantau di Jakarta selama 9 Bulan. Lebih tepatnya 9 bulan kurang satu jam setengah, menurut hitungan kalender masehi.
Banyak hal yang sudah saya pelajari tentang kehidupan selama ini.
Tapi rasanya semakin banyak pula saya menyadari bahwa saya belum tau apa-apa mengenai hidup.
Semakin nyaman juga dengan apa yang saya kerjakan, eksistensi sebagai “bagian dari komunitas” rekan-rekan sekantor juga rasanya semakin jelas.
Tapi katanya hati-hati dengan kemapanan.
Karena bisa mematikan.
Ah, ini mau nulis apaan sih ?
Kayanya nulis ini cuma karena kasihan dengan si-Blog.
Jadi jablay selama 6 bulan lebih.
Kacian.
Kecepian.
Bye.