05
Feb
08

Hijrah

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya hari jumat lalu, ngikut materinya Reza M. Syarif.

Jadi inget dulu, waktu jaman-jamannya kuliah dan masih berprofesi sambilan sebagai pemburu-training-gratisan-training-apapun-itu-yang-penting-gratis, saya kenal Reza sebagai Super Trainer.
Belakangan saya tau, bahwa gelar Super Trainer adalah titel yang dia berikan untuk dirinya sendiri, sehingga membuat sebuah brand image yang luar biasa bagi masyarakat. Karena dengan begitu, katanya, kita sedikit banyak dapat membuat image kita sendiri di mata orang lain, dan yang paling penting adalah membuat dapat membuat image-ideal diri kita di mata kita sendiri.

Memang dalam dunia trainer ataupun motivator, saya lihat tidak lepas dari hiperbolisasi istilah, yang tujuannya tentu untuk memunculkan motivasi sebagai tenaga pendorong perubahan, dan menciptakan image.
Bagi yang lumayan suka liat2in motivator, pasti lumayan akrab dengan istilah seperti : Salam Super, Salam Dahsyat, Luar Biasa, dan salam-salam hiperbolistik lainnya.

Hm, balik lagi ke apa yang mau saya omongin.
Menurut Reza, untuk dapat melakukan sebuah hijrah, atau perpindahan, yang dalam konteks istilah dapat dimaknai sebagai sebuah proses berpindah seseorang dari sebuah kondisi tertentu ke kondisi lain yang lebih baik, ada 2 hal yang dapat dilakukan.

Pertama adalah transformasi.
Yaitu merubah bentuk. Berganti rupa. Memaksa diri untuk berubah. Analoginya adalah seperti ulat yang menjadi kupu-kupu, batu hitam legam yang menjadi permata, atau pasir tak berguna yang menjadi mutiara. Yang dibutuhkan adalah momen dan motivasi, dan setiap orang dapat menciptakan momen dan motivasi-nya sendiri.

Yang kedua adalah reformasi.
Yaitu merubah fungsi dan makna yang sudah ada, menjadi kondisi lain yang lebih mendekati ideal. Mengganti susunan. Menyusun kembali target capaian. Tentunya yang dibutuhkan adalah visi dan langkah-langkah untuk merealisasikannya.

Yah, tidak banyak yang bisa saya sampaikan.
Selain karena daya serap saya terhadap sebuah materi yang disampaikan secara oral-dan saya terima secara auditori cukup lemah, memang sesi materinya pun tidak lama.

Hal yang saya sampaikan di atas pun tidak sepenuhnya saklek sesuai dengan yang disampaikan Reza, melainkan saya olah dulu sesuai dengan pemahaman saya, kemudian saya sajikan dengan bahasa saya sendiri.

Dan jangan tanyakan cara ketiga setelah transformasi dan reformasi, bisa-bisa nanti saya jawab ‘reboisasi’.

*Paling ga blog-nya ga jablay-jablay banget lah ..

Cag.


3 Responses to “Hijrah”


  1. February 19, 2008 at 4:00 am

    percaya gag?!..gue p’nah ditawarin ama mas Reza buat gabung di timnya, but karena gue masih kuliah jadi gue tolak, iets..gue gag nyombong…cman norak he he..^_^

  2. February 19, 2008 at 7:13 am

    Hey, Rat.

    Tergantung, lu ditawarin di tim-nya jadi apaan.
    Kalo jadi tukang megangin mik doang kan emang bikin males :p

    Btw, salam kenal yo.
    Ko bisa nyasar ke blog jablay gw ?

  3. February 20, 2008 at 5:05 am

    woi man !

    ya gag laaah..masa’ gue suruh megangin mik..ogen deh..
    jadi trainer jgak klee…


Leave a Reply




 

February 2008
M T W T F S S
« Dec   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Blog Stats

  • 1,347 hits